Catatan Lamers

05 February 2018

Baterai Kancing AG13 Ternyata bisa Di Charge / Isi Ulang

  No comments
2/05/2018

Assalamualaikum
Beberapa minggu yang lalu, diawal Januari 2018 saya pernah membeli Thermometer digital dari sebuab toko online yang rencananya akan saya Gunakan untuk memantau suhu Mining Rig yang ada di rumah saya.
Thermometer Digital 
Setelah menunggu kurang lebih 6 hari  (Pulau Jawa ke Sulawesi ) akhirnya semua pesanan saya pun sampai termasuk Thermometer digital tersebut. Ketika memeriksa barang pesanan, saya agak kecewa karena Thermometer yang baru saja di beli dalam kondisi Off alias tidak menyala. 

Awalnya saya pikir Thermometernya rusak karena Pada thermometer sudah terpasang 2 buah Baterai Kancing AG13 (Baterai Jam) yang artinya seharusnya Thermometer sudah harus langsung nyala. Usut punya usut ternyata saya keliru, Thermometernya tidak rusak, melainkan Baterai yang digunakan ini yang dalam keadaan sudah lemah alias lowbet.
Saya coba kewarung dekat rumah untuk membeli Baterai pengganti namun ternyata baterai seperti ini (AG13) sangat jarang dijual di warung2 kecil, adanya di Toko atau tukang servis Jam. 

Karena jarak rumah dan Toko yang lumayan jauh (Maklum saya tinggal di pinggiran kota) maka saya putuskan untuk memodifikasi saja Sumber power sebagai pengganti Baterai untuk menyalakan Thermometer ini.

Sebagai langkah awal saya harus mengetahui dulu berapa tegangan yang dibutuhkan oleh thermometer ini, apakah 1.55V seperti tegangan sebuah baterai Kancing atau 3V. Hal ini dikarenakan thermometer ini menggunakan 2 buah Baterai sedangkan saya tidak mengetahui baterai ini dihubungkan secara seri atau paralel, dan setelah saya bongkar dan lihat jalur Tegangan input (Baterai) pada papan rangkaian, barulah saya tahu ternyata kedua baterai AG13 ini dihubungkan Paralel jadi nilai teganganya tetap 1.55V. 

Setelah mengetahui kebutuhan tegangan, saya langsung pasang Kabel merah di bagian konektor positif dan kabel hitam di konektor Negatif yang rencananya akan digunakan sebagai jalur alternatif untuk sumber tegangan pengganti Baterai aslinya (AG13).

Setelah selesai di rakit kembali, saya menghubungkan jalur kabel alternatif tadi ke power supply variabel dengan tegangan 1.5V dan hasilnya Thermometer pun menyala dan berfungsi sebagaimana mestinya. 

Sekitar 6 jam kemudian tiba2 terjadi pemadaman listrik alias mati Lampu namun ada yang aneh dengan thermometer tadi, disaat Listrik padam yang mana otomatis Power supply pun padam tapi Kok bisa thermometer tetap nyala. saya cek kembali ternyata Baterai yang tadi saya pikir sudah lowbet masih terpasang di dalam dudukan/konektornya. Saya kira baterai tersebut sudah saya buang namun nyatanya ketika saya selesai memasang kabel Alternatif tadi, baterainya pun saya pasang kembali. Ini artinya kemungkinan besar saat saya memberi tegangan ke thermometer dari power supply, disaat yang sama Baterai yang sudah lowbet tersebut terisi kembali alias di charge. Dan sampai dengan listik kembali menyala Thermometer pun masih menyala normal tanpa perlu tegangan External, hanya menggunakan Baterai yang sudah lowbet tadi.

Karena penasaran, saya pun mencari informasi tentang apakah baterai kancing atau baterai Jam bisa di isi kembali atau tidak karena setahu saya baterai seperti ini adalah tipe single use atau sekali pakai atau non-rechargeable alias gak bisa di cas. 

Hasil dari pencarian informasi yang saya lakukan masih belum memuaskan karena informasi yang saya dapatkan, ada yang mengatakan bisa di charge, ada yang mengatakan tidak atau sebaiknya jangan. Informasi lainya ternyata ada juga dijual baterai Kancing atau yang khusus rechargeable atau bisa di isi ulang dan yang umum dijual di toko-toko atau tukang servis jam itu termasuk baterai yang tidak bisa di isi ulang. 

Dari semua sumber informasi tersebut saya cenderung lebih berkiblat pada sebuah Blog yaitu blog 888-88, pada salah satu artikelnya yang membahas tentang Tekhnik Charge baterai Li-Ion (Lithium-Ion) disebutkan disitu bahwa

"Kita banyak beranggapan bahwa baterai ini hanya sekali pakai, padahal dapat di charge ulang, perusahaan baterai ini biasa tidak merekomendasikan charger ulang ya dengan maksud agar orang beli lagi"

Kalimat pada paragraf tersebut (Dari Blog 888-88) memang ada benarnya juga sih tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan ada baiknya kita ikuti saja Saran dari produsen baterainya dengan membeli baterai baru lagi ketika baterak lama anda sudah lemah.

Tapi.... jika anda keras kepala dan bandel (seperti saya) silahkan di coba charger aja tali tetap hati2. Keuntunganya ya kita bisa sedikit menghemat beberapa ribu rupiah yang tadinya untuk beli baterai baru bisa di alihkan untuk disimpan atau beli sesuatu yang lain.

Oh ia sekedar informasi tambahan sebelum Dongeng ini saya akhiri, Thermometer yang menggunakan baterai kancing (Button Cell) yang sudah low tadi, sampai dengan hari ini (6 Februari 2018) masih menyala dengan normal, jadi terhitung kira2 sudah hampir 3 minggu semenjak saya charge baterai kancing tadi masih bertahan dan semoga kalau lowbat lagi masih bisa di charge kembali dan untuk seterusnya

Oke sekian dan Terimakasih
Wassalam

Read More

04 February 2018

Rangkaian Charger Baterai Li-Po dengan IC LM324

  No comments
2/04/2018

Assalamualaikum
Kemaren pas lagi bersih-bersih di gudang, saya nemu Baterai cadangan bekas mainan Remot Control milik adik saya. Mainanya sih udah gak ada lgi, udah dijual lagi katanya jadi yang tersisa tinggal Baterai cadangan ini aja tanpa charger.

Karena saya berencana akan menggunakan Baterai jenis Lithium polymer ini makanya saya harus membuat chargernya dulu, biar supaya kalo Lowbet bisa di isi kembali.

Berikut Rangkaianya :

Komponen :

  1. LM324
  2. 7809 Voltage Regulator
  3. Resistor 7.2 K
  4. Resistor 4.7 K
  5. Resistor 10K 2 Buah
  6. Resistor 100 Ohm 
  7. Resistor 100 Ohm 1/2 Watt
  8. Led
  9. Transistor 2n2222
  10. Dioda IN4148
Regulator LM7809 disini hanya berfungsi sebagaia penstabil tegangan dari sumber tegangan (Saya menggunakan Adaptor 12v) menjadi 9V. Jadi jika anda mempunya adaptor 9V maka Regulator 7809 ini bisa ditiadakan. Atau bisa juga anda menggunakan nilai tegangan lain (Diatas 5v), bebas berapapun nilai inputnya dengan ketentuan nilai komponen lainya pun ikut diubah untuk menyesuaikan.

Tegangan 9v dari LM7809 ini masuk ke Rangkaian pembagi tegangan yang terdiri dari R1 dan R2 sehingga menghasilkan nilai 3.5V yang nantinya akan masuk ke Kaki 3 pada IC LM324 sebagai nilai tegangan Referensi. Nilai 3.5v ini didapat berdasarkan Rumus Pembagi tegangan yaitu Vout = Vin x [R1 / (R1+R2)]. Jadi jika anda tidak menggunakan Regulator 7809 atau tegangan masuk anda bukan 9v maka silahkan menyesuaikan Nilai R1 dan R2 menggunakan Rumus atau persamaan pembagi tegangan tersebut.

R5 ini disni berfungsi sebagai pembatas Arus charger sebesar 61mA, Berikut persamaanya :
I = V/R
I = V/100 Ohm
I = (Vin - VceSat - Vb ) / 100 Ohm
I = ( 9 - 0.2 - 2.7 ) / 100
I = 61mA

Vin adalah nilai tegangan masuknya, Nilai VceSat bisa anda lihat di datasheet dari Transistor yang anda gunakan, karena disini saya menggunakan 2n2222 maka nilai VceSat adalah 0.2 sedangkan untuk Vb adalah Nilai Tegangan Baterai saat baterai sudah habis. Jadi jika anda menggunakan nilai input berbeda atau anda menginginkan Nilai arus yang berbeda anda hanya perlu merubah Nilai R5 ini dengan cara menghitung terlebih dahulu menggunakan persamaan di atas.

Nilai tegangan Batterai akan masuk ke Pin 2 IC LM324 sebagai penentu apakah batterai madih butuh di charger atau tidak dengan cara ketika tegangan baterai masih dibawah 4V maka nilai tegangan yang masuk ke Pin 2 adalah dibawah 3.5V hal ini dikarenakan adanya drop tegangan ketika melewati Dioda sehingga Output LM324 (Pin 1) tetap mengeluarkan tegangan (Charging) sampai tegangan baterai lebih dari 4V yang artinya nilai tegangan masuk ke kaki pin 2 sudah lebih besar daripada nilai tegangan referensi yang ada di kaki pin 3 (3.5v) dan otomatis output ic akan ke Ground sehingga transistor akan dalam posisi Off atau berhenti Charge.

Sekian dan Terima kasih
wassalam



Read More

30 January 2018

Tutorial Arduino dan LCD 16x2 Menggunakan Shift Refister 4094

  No comments
1/30/2018

Assalamualaikum


Seperti pada artikel sebelumnya, agak sulit bagi saya untuk menemukam referensi penggunaan Shift Register 4094 pada LCF 16x2 karena kebanyakan tutorial yang ada seringkali menggunakan Shift register tipe 74HC595 yang tidak saya miliki

Memang sih, dari Pinout kedua shift register tersebut hampir mirip namun karena pada dasarnya saya juga baru belajar maka butuh petunjuk yang lebih benar benar pas dan sesuai.

Yang dipersiapkan
  1. Arduino Uno (Tipe lain juga bisa)
  2. LCD 16x2 
  3. Shift Register 4094 ( saya pakai HC4094BCN)
  4. Libraries New Liquid CrystalMaster

Langsung Wiringnya sepeti pada gambar dibawah ini

Penjelasan
  1. Dengan menggunakan Shift Register kita bisa menghemat banyak pin IO Arduino karena dengan begini hanya 3 PIN arduiono yang digunakan.
  2. Jika kontras layar ingin di atur langsung dari arduino maka dibutuhkan 1 Pin lagi untuk Backlight kontrasnya, tapi jika tidak suka bisa pakai Potensiometer saja
  3. Sumber power saya menggunakan dari arduino dengan mengambil dari Pin 5v dan GND
  4. Silahkan dipelajari penggunaan tiap perintah dari library ini dengan melihat contoh contoh program yang tersedia di menu example

Sekian dan Terima kasih

Read More

Membuat Power Supply Variable Dengan LM317

  No comments
1/30/2018

Assalamualaikum
Seringkali dalam proses belajar elektronika saya kesulitan mendapatkan sumber tegangan yang sesuai dengan keperluan saya.  Contohnya saat saya membutuhkan tegangan 3Volt, maka saya harus merangkai beberapa resistor untuk membagi tegangan 12 Volt yang bersumber dari Aki. Hal ini tentunya sangat tidak efisien maka muncul lah ide untuk membuat sebuah sumber tegangan yang bisa di atur nilai keluaranya atau biasa di sebut juga power supply variable. 

Alat ini biasanya selalu ada di tempat tukang servis Handphone atau servis alat elektrnoik lainya, namun karena harganya yang tidak murah untuk kantong saya, makanya saya berinisiatif untuk mencoba membuatnya sendiri.


Setelah Browsing, tentang cara membuat Power supply variable saya mendapatkan petunjuk bahwa IC Regulator yang kerap di gunakan untuk membuat PSU Variable salah satunya adalah Tipe LM317 dengan kemampuan keluaran arus 1.5A.

Kebetulan saya mempunyai IC LM317 yang saya copot dari bekas UPS Rusak. Setelah membaca datasheetnya ternyata rangkaiannya pun bisa dibilang sangat simpel karena hanya membutuhkan beberapa komponen tambahn lain untuk membuat Power Supply Variable dengan IC Regulator LM317 ini


Komponen yang dibutuhkan
  1. Trafo Step Down Non CT ( CT Pun bisa, Untuk Amperenya disesuaikan sja dengan kebutuhan)
  2. Dioda IN4007 x 5
  3. Kapasitor 2200uF (Nilai V harus lebih besar dari keluaran Trafo)
  4. IC LM317 x 1
  5. Kapasitor 0.1uF x 1
  6. Kapasitor 1 uF x 1
  7. Resistor 220 Ohm x 1
  8. Potensiometer 10 KOhm x 1
  9. DC Voltmeter & Ampermeter (Optional)


Saat pertama kali membuat PSU Variable ini saya hanya memiliki sebuah Trafo 2A karena itu saya tidak menggunakan Transistor untuk menguatkan arus Output dari LM317 yang hanya sebesar 1.5A saja.
Skema Rangkaianya seperti ini :

Dan setelah saya masukan ke dalam Box hasilnya seperti ini

Setelah beberapa hari, saya mencoba merubah kembali desain dari PSU Variable ini agar lebih simpel dan portable makanya saya memutuskam untuk tidak lagi menggunakan Trafo dan saya menggunakan Box yang lebih kecil yaitu menggunakan Kotak Adaptor Charger laptop bekas.

Untuk sumber teganganya saya ambil dari Charger Laptop dengan spesifikasi 19V 3A. Untuk memudahkan Masuknya tegangan input dari Charger Laptop kedalam Rangkaian LM317 makanya saya menggunakan Jack Female biar sumber catu dayanya bisa dari Adaptor lain yang menggunakan Jack Male.
Karena Arus dari Charger adalah 3A makanya saya menambahkan Transistor power untuk menguatkan arus yang tadinya hanya 1.5A dari Output IC LM317
Transistor yang saya gunakan adalah tipe 2N3055 yang saya ambil dari bekas Amplifier yang sudah rusak.

Maka rangkaianya menjadi seperti ini
Nah tampak hasil akhirnya ada pada gambar dibawah ini

Jika ada kesalahan atau kekeliruan dalam artikel ini mohon untuk di koreksi
Sekian dan terima kasih

Read More

29 January 2018

Cara Paling mudah Bypass Mi Account pada Redmi Note 4G Dual SIM (Gucci)

  No comments
1/29/2018

Assalamualaikum
Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana caranya menghilangkan atau melewati Verifikasi Akun mi pada Xiaomi Redmi Note 4G Dual SIM alias Gucci. Ceritanya sore tadi ada kenalan yang minta tolong untuk di bukakan Handphone Xiaominya yang dalam keadaan terkunci oleh verifikasi akun mi, Katanya Xiaomi ini dibelinya dari seseorang beberapa bulan sebelumnya, dan sudah dia gunakan tanpa ada masalah apapun sampai pada suatu hari Handphone ini stuck di logo dan ia berinisiatif untuk membawa handphone tersebut ke tempat servis. Di tempat servis ternyata handphone ini kemungkinan di Reset atau mungkin di Flashing sehingga ketika Redmi Note 4G ini booting kembali memerlukan verifikasi akun mi yang digunakan pada Handphone tersebut sebelum di Reset ke pengaturan awal.

Yang jadi masalahnya disini adalah, Akun Mi yang digunakan pada Handphone tersebut ternyata adalah milik dari pemilik pertama handphone tersebut, dan orang tersebut sudah tidak bisa dihubungi lagi alias hilang kontak makanya saya mencoba membypass verifikasi akun mi ini dengan bantuan sebuah tools.

Awalnya sih saya tidak percaya bahwa tools ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya, karena cara penggunaanya yang begitu simpel dan ukuran filenya yang tidak begitu besar, apalagi di tambah ketika saya mendownload Tools ini, Antivirus Microsoft Security Essential yang ada di PC saya mendeteksi bahwa tools ini adalah Virus. Namun karena tidak ada pilihan lain, saya terpaksa mencoba tools ini dengan mengabaikan peringatan dari Antivirus, dan Alhamdulillah ternyata berhasil , di tandai dengan ketika saya hidupkan kembali Redmi Note 4G Dual SIM (Gucci) ini tidak lagi meminta verifkasi akun Mi seperti sebelumnya.

Dari yang saya baca, Tools ini bisa membypass semua tipe Xiaomi, tapi menurut analisa saya, tidak semua tipe Xiaomi bisa di Unlock atau di Bypass dengan tools ini, hanya tipe-tipe Xiaomi keluaran lama saja yang belum menggunakan Lock Bootloader. Namun jika anda penasaran apakah Tipe Xiaomi anda bisa digunakan atau tidak apa salahnya anda mencoba menggunakan tools Ini.

Oke langsung saja Bahan yang dibutuhkan
  1. Tools Bypass Xiaomi Account Remover
  2. Driver ADB  dan Fastboot
  3. Kabel data/USB
  4. Handphone Xiaomi 

Petunjuk
  1. Download Tools Bypass Xiaomi Account Verification 
  2. Extract file tersebut menggunakan Winrar (Jika ada peringatan virus abaikan saja, Jika perlu Disable Antivirus untuk sementara waktu)
  3. Matikan Redmi Note 4G
  4. Masuk ke menu Fastboot dengan menekan tombol Power dan Volume Down secara bersamaan
  5. Hubungkan Kabel USB dari Redmi Note 4G ke Komputer
  6. Jalankan Aplikasi Bypass Xiaomi Account Verification lalu pilih Xiaomi - MI Account Remover (Sesuaikan dengan versi windows anda) Lalu klik Start
  7. Akan muncul  popup Command Prompt, yang perlu anda lakukan hanya menekan tombol Enter saja beberapa kali sampai proses Selesai dan Redmi Note 4G akan otomatis melakukan Reboot
  8. Selesai



Sekian dan terima kasih
Wassalam

Read More

24 January 2018

Tutorial Install TWRP dan Root Redmi Note 4X Mediatek/MTK (Nikel)

  No comments
1/24/2018

Assalamualaikum

Syarat utama untuk menginstall TWRP dan Root pada Redmi Note 4x ini yaitu Wajib hukumnya sudah UBL (Unlock Bootloader), syarat ini berlaku untuk semua tipe Xiaomi keluaran tahu  2016 keatas. Bagi yang belum UBL maka lakukan Request UBL terlebih dahulu caranya bisa di baca di sini : Cara Request Unlock Bootloader (UBL) untuk semua jenis Xiaomi



Langkah-langkah penginstallan TWRP serta Root pada redmi note 4x Mediatek inipun bisa dibilang sama persis dengan tipe Xiaomi lainnya (Baca juga: Install TWRP dan Root redmi Note 4x Snapdragon), hanya saja yang membedakan ada pada Versi TWRP nya.

Oke daripada kepanjangan mending langsung saja siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan
  1. Redmi Note 4x Mediatek/MTK Chipset (Nikel) yang sudah unlock Bootloader
  2. Kabel USB
  3. Minimal ADB dan Fastboot
  4. TWRP 3.1.0.1 (Harus login ke Forum MIUI baru bisa Download)
  5. USB Driver
Pastikan USB Debugging sudab aktif ya, kalau udah UBL pastinya USB debuggingnya udah aktif lah kan jadi bisa langsung di matiin /Power Off Redmi note 4x nya. Masuk ke Mode fastboot dengan cara Redmi note 4x dalam posisi Off tekan tombol Power dan volume Down secara bersamaan, saat dirasa bergetar lepas tombol Power tapi tombol volume down tetap ditahan sampai masuk ke menu Fastboot
  1. Colok kabel USB dari Redmi Note 4x ke PC yang sudah di Install Driver
  2. Install Minimal ADB dan Fastboot, lalu masuk ke Folder instalasinya yang terletak di C:Program Files\Minimal ADB & Fastboot
  3. Didalam Folder tersebut tahan tombol Shift lalu Klik Kanan terus pilih Open Command Prompt Here
  4. Copy dan pastekan File TWRP yang sudah didownload kedalam Folder Minimal ADB & Fastboot ini
  5. Untuk memudahkan proses Flashing, ubah nama File TWRP menjadi twrp.img saja 
  6. di layar Command Prompt (CMD) ketik perintah fastboot flash recovery twrp.img lalu enter
  7. Jika sukses melakukan flashing maka otomatis Redmi Note 4x akan Reboot dan masuk ke TWRP, jika tidak otomatis reboot, maka bisa anda lakukan secara manual dengan cara matikan Redmi note 4x lalu masuk ke TWRP dengan cara menekan tombol Power dan Volume Up Secara bersamaan sampai muncul logo TWRP

Proses Rooting

Setelah masuk ke TWRP Download File root (Link ada dibawah) lalu taruh didalam Flashdisk terus hubungkan Flashdisk tersebut ke Redmi Note 4x menggunakan Kabel OTG, jika tidak punya kabel OTG maka hidupkan kembali  Redmi Note 4x secara Normal lalu Copy file Root ke dalam Memory internal, setelah itu kembali Matikan Redmi note 4x dan masuk kembali ke TWRP untuk melakukan rooting

Didalam TWRP pilih menu Install terus pilih file Root yang tadi di copy lalu geser ke kanan untuk memulai Proses Rooting , jika tidak ada Error itu artinya Redmi Note 4x Mediatek telah berhasil di Root



Oke Sekian dan Terimakasih
Wassalam

Read More

Menghubungkan Arduino dengan 7 Segment Menggunakan Shift Register 4094

  No comments
1/24/2018

Assalamualaikum
Di tengah waktu luang yang begitu banyak (Maklum pengangguran) saya menyempatkan diri untuk kembali belajar Menggunakan Arduino, khususnya tentang mengkoneksikan atau menghubungkan arduino dengan led 7 Segment dengan perantara Shift Register 4094.

Awalnya saya sudah berhasil menghubungkan atau menampilakan Karakter di 7 segment tanpa bantuan Shift Register, namun kendalanya jika tanpa shift register maka akan makan banyak pin Arduino sehingganya mungkin jika tanpa shift register maka hanya akan cukup untuk 2 buah Led 7 Segment saja.

Karena kendala di ataslah maka saya mencoba mencari solusi dari internet, dan hasilnya saya menemukan sebuah kata kunci atau keyword yaitu "Menggunakan Shift Register". Kembali saya mencoba mencari tutorial tentang bagaimana cara menampilkan karakter pada 7 Segment dengan Shift Register, Kebanyakan tutorial yang saya dapati menggunakan Shift Register 74HC595, sedangkan saya sendiri tidak memiliki yang tipe seperti itu, Shift register yang saya miliki adalah tipe CD4094BCN yang saya ambil dari papan rangkaian penampil waktu Bekas Wartel jaman dulu.

Setelah Browsing sana sini akhirnya ketemu juga caranya, dari situs bule (Maaf saya lupa linknya), nah biar besok2 saya tidak lupa lagi cara menggunakan shift register 4094 ini makanya saya tulis di blog ini, siapa tahu juga ada teman-teman yang tertarik menggunakan Shift Register bisa langsung membaca dan mempraktekan tutorial yang ada di Artikel ini.

4 buah 7 Segment+4094
Oia dengan menggunakan Shift Register 4094 ini kita bisa menggunakan banyak 7 Segment tanpa harus takut kehabisan Pin pada Arduino, karena berapapun jumlah 7 Segment yang digunakan, Jumlah pin IO yang akan digunakan pada arduino tetap hanya 3 pin saja (Ditambah 2 lagi untuk GND dan 5V).

yang perlu disiapkan adalah : 
  1. Arduino Uno (Tipe lain juga bisa)
  2. 7 Segment Anoda/katoda (Berapapun yang anda punya)
  3. Shift Register 4094 (Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah 7 Segment)
  4. Kabel Jumper
  5. Breadboard

Sebelum masuk ke Wiring atau jalur pemasangan kabel ada baiknya teman-teman mengetahui dulu pinout atau kaki kaki dari Shift Register 4094 dan juga 7 Segment biar mudah menganalisa jika terjadi kesalahan.

Shift Register 4094 Pinout
IC 4094 Pinout

Led 7 Segment Pinout

Oke setelah mengetahui Pinout atau kaki kaki dari Shift Register 4094 dan 7 segment maka selanjutnya langsung aja ke diagram atau wiringnya yang bisa teman teman lihat pada gambar dibawah ini

Informasi Tambahan : 

  1. Pada Rangkaian di atas saya menggunakan 7 Segment Common Anoda Sehingga Pin Common 7 Segment saya hubungkan dengan VCC atau 5V
  2. Jika anda menggunakan 7 Segment Common Cathode maka Pin Common di hubungkan ke Ground
  3. Ada Pin yang kurang atau tidak ada pada IC 4094 dari gambar diatas, Pin yang tidak ada digambar adalah pin/kaki nomor 8 atau Vss, kaki Vss ini dihubungkan ke Ground
  4. Sumber tegangan 5V bisa ambil dari Power supply extrernal atau dari Pin 5V arduino

Langkah selanjutnya adalah memasukan Sketch atau kode program kedalam Arduino, namun sebelumnya install dulu Library EmSevenSegment kedalam Arduino IDE anda caranya :

  1. Download Library EmSevenSegment 
  2. Buka Arduino IDE lalu menuju menu Sketch - Include Library - Add .ZIP Libary lalu pilih file Library yang sudah didownload sebelumnya

Sketch / Kode Program

Penjelasan Tambahan :
  1. Huruf A pada baris EmSevenSegment disp(4,'A',4,3,2); artinya adalah 7 Segment yang digunakan berjenis Anoda atau Common Anode, maka dari itu jika menggunakan 7 Segment jenis Katoda atau Common Cathode ganti huruf A dengan huruf C
  2. Contoh Sketch lainya bisa anda coba melalui menu Examples Arduino IDE 
  3. Penjelasan lebih lanjut tentang funsi dari tiap perintah bisa anda baca langsung dari Kontributor librari EmSevenSegment dengan mengklik Link ini

Oke Sekian dan Terima kasih
Wassalam


Read More

Pengalaman Belajar Elektronika Dasar

  No comments
1/24/2018

Assalamualaikum
Artikel ini adalah artikel pembuka untuk kategori baru pada Blog Catatan-Lamers yaitu Elektronika.
Pada artikel ini saya hanya sekedar ingin bercerita pengalaman saya tentang bagaimana saya mulai belajar elektronika.


Sudah lama sebenarnya saya ingin memulai membuka kategori elektronika di blog catatan-lamers ini, namun karena rasa minder akan masih sangat awamnya saya di dunia elektro jadinya saya takut dan tidak berani menulis artikel tentang elektronika. Tapi setelah beberapa kali saya pikir lagi, akhirnya saya putuskan hari ini untuk memulai menulis Tentang elektronika di blog ini dengan alasan, Tujuan Blog ini saya buat adalah untuk menuangkan segala kegiatan saya dalam berburu pengetahuan, jadi setiap kali ada hal baru yang saya pelajari pasti saya tulis di blog ini agar supaya bisa menjadi pengingat buat saya kelak nanti dan mungkin saja bisa juga menjadi petunjuk untuk teman-teman pembaca yang mungkin sedang mencari informasi.

Awal mula saya mulai belajar elektro di karenakan oleh Arduino (Baca : Jumpa Pertama dengan Arduino) , Karena ada beberapa project yang ingin saya pelajari namun gagal atau batal dikarenakan ada beberapa komponen elektonika yang tidak saya miliki dan jelas tidak saya mengerti apa fungsi kegunaananya.

Bermula dari hal tersebut, saya kini mempunyai sebuah hobi baru yaitu saya gemar memulung barang-barang elektronika yang sudah rusak dari mana saja yang bisa saya dapatkan (kebanyakan saya minta dari rumah teman), tujuanya yaitu untuk mencopoti atau mempreteli komponen-komponen yang ada pada Papan rangkaian alat elektronika tersebut.

Dalam beberapa bulan saja sudah lumayan banyak Komponen-komponen yang berhasil saya cabut dari papan rangkaian alat elektronika yang sudah rusak, selanjutnya saya mulai mensortir tiap komponen berdasarkan bentuknya,
setelah tersortir barulah saya kembali duduk di depan Komputer untuk browsing mengenai Nama nama komponen Elektronika. dari sanalah saya mengetahui nama-nama komponen yang sudah di sortir tadi, di antaranya terdapat, Resistor, transistor, Kapasitor, IC, dioda,Relay, Switch, Fuse, Trafo,zener, induktor dan masih banyak lagi.

Setelah Mengetahui nama-nama dari komponen-komponen elektronika, saya kembali mensortir komponen2 tersebut mulai dari Resistor karena jumlahnya yang paling banyak dengan karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainya. Dari perbedaan-perbedaan gelang pada resistor inilah saya kembali belajar mengenai Arti warna gelang pada resistor yang tujuanya untuk mengetahui nilai dari resistor (Nilai hambatan) 

Selain resistor, hal yang sama pun saya lakukan pada Kapasitor, Elco, Dioda, dan komponen lainya.Agar supaya jika suatu saat saya membutuhkan komponen dengan spesifikasi tertentu maka saya bisa dengan mudah menemukanya.

Transistor dan juga IC merupakan 2 komponen yang sangat penting dalam proses saya belajar elektronika. Bagaimana tidak setiap kali saya mendapati sebuah Transistor yang pertama kali saya lakukan adalah mencari datasheet nya di Google setelah itu saya mencoba mencari rangkaian sederhana yang menggunakan transistor tersebut. Karena hanya sekedar meniru rangkaian dari internet, maka sering kali rangkaian yang saya rangkai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. hal ini membuat saya lebih semangat lagi untuk belajar.

Di waktu sekolah dulu padahal sudah pernah rasanya saya belajar tentang rumus-rumus elektronika pada pelajaran Fisika seperti rumus V=I x R , kala itu saya anggap itu semua tidak lah penting sehingga apa yang diucapkan guru masuk telinga kiri keluar telinga kanan, setelah sekian tahun berlalu semenjak Lulus SMA barulah saya kembali belajar mengenai rumus-rumus untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kadang saya dapati saat meniru sebuah rangkaian. Contohnya, ketika pada sebuah rangkaian yang saya ikuti membutuhkan Resistor 220 Ohm untuk kaki basis pada transistor BC547, namun saya tidak memiliki resistor ukuran tersebut, jika diganti nilainya dengan ukuran lain maka dengan rumus-rumus atau teori teori sudah bisa saya ketahui bagaimana nilai arus yang masuk ke kaki basis transistor dan pengaruhnya pada kaki emitor dan kolektor transistor.

Hingga kini saya masih terus belajar karena masih banyak hal di dunia elektronika yang masih belum bisa saya cerna, maka dari itu sekiranya ada pembaca yang mungkin ahli di bidang Elektronika saya mohon bimbinganya dan mohhon jangan di bully jika pada artikel saya kedepanya nanti ada kesalahan dalam penulisan atau penyampaian informasi.

Sekian dan terima kasih
Wassalam

Read More

08 January 2018

Membuat Ohm Meter Menggunakan Arduino dan LCD 16x2

  No comments
1/08/2018

Assalamualaikum
Sebelumnya saya telah memposting tutorial tentang bagaimana caranya menampilkan teks pada LCD 16x2 menggunakan Arduino. Nah sebagai kelanjutanya saya akan sedikit memodifikasi wiring pada LCD dan Arduino untuk mendapatkan sebuah fungsi baru, yaitu Ohm Meter atau alat untuk mengukur resistansi pada resistor. Atau singkatnya memfungsikan Arduino untuk mengetahui nilai resistansi atau hambatan pada sebuah resistor dan hasil pembacaanya di tampilkan pada layar LCD 16x2

Jika sebelumnya anda sudah pernah membaca dan mengikuti artikel tentang Menampilkan teks pada LCD maka anda tidak perlu lagi mengubah wiring yang sudah ada, cukup menambahkan beberapa kabel lagi maka anda sudah bisa menjadikan Arduino dan LCD 16x2 sebagai Ohm Meter

Disini saya menggunakan 2 Buah Resistor, resistor pertama bernilai 1KOhm dan Resistor ke 2 Bernilai 2.2KOhm. Penjelasan mengenai digunakanya kedua resistor ini akan dibahas dibawah .

Berikut ini wiring lengkapnya : 
  1. LCD pin 1 (GND) ke GROUND 
  2. LCD pin 2 (VCC) ke VCC (5V)
  3. LCD pin 3 (VEE) ke pin 3 POTENSIOMETER (10K)
  4. LCD pin 4 (RS) ke pin Digital 2 Arduino
  5. LCD pin 5 (R/W) ke GROUND
  6. LCD pin 6 (EN) ke pin Digital 3 Arduino
  7. LCD pin 11 ke pin Digital 4 Arduino
  8. LCD pin 12 ke  pin Digital 5 Arduino
  9. LCD pin 13 ke pin Digital 6 Arduino
  10. LCD pin 14 ke pin Digital 7 Arduino
  11. LCD pin 15 (LED +) ke VCC (5V)
  12. LCD pin 16 (LED -) ke GROUND
  13. Kaki Kiri R 1KOhm terhubung ke Ground
  14. Kaki Kiri R 2.2KOhm Terhubung ke Kaki kanan R 1KOhm
  15. Pin A0 Arduino Terhubung diantara kedua Resistor
  16. Kaki Kanan R 2.2KOhm terhubung Ke 5V Arduino
Berikut Gambar wiringnya jika menggunakan Breadboard
Penjelasan
Rangkaian diatas adalah rangkaian sederhana yang terdiri dari 2 bagian yaitu, rangkaian LCD ke Arduino dan Rangkaian Voltage Divider atau pembagi tegangan yang terdiri dari 2 buah resistor yang terhubung seri.

Rumus rangkaian pembagi tegangan (Voltage Divider) adalah :
Vout = Vin x (R1 / R1+R2)
Vout adalah tegangan Output atau nilai tegangan keluaran setelah melewati rangkaian pembagi tegangan 
Vin adalah nilai tegangan Input 
R1 dan R2 adalah nilai Resistansi (Ohm) sebuah Resistor 

Memanfaatkan Rumus tersebut diatas maka kita bisa mengetahui Nilai sebuah Resistansi dari sebuah resistor
R2 = R1 x {(Vin/Vout)-1}
R2 Adalah Resistor yang akan kita cari tahu Nilai resistansinya, Namun pada tutorial ini sekedar untuk melakukan Uji Coba untuk mengetahui rangkaian sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum maka Nilai R2 kita tentukan adalah sebesar 2200Ohm atau 2.2KOhm

R1 adalah nilai resistor yang akan kita jadikan acuan atau referensi. pada Kali ini kita menggunakan Resistor 1000Ohm atau 1K

Vin adalah nilai tegangan Input dari pin 5V arduino yang artinya Vin disini bernilai 5v

Vout Adalah nilai tegangan Output yang dibaca oleh Pin Analog A0 Arduio

Jika pada LCD ditampilkan nilai R2 adalah 2200 (atau mendekati) maka Itu artinya arduino anda sudah berfungsi sebagai Ohm Meter.

Selanjutnya tinggal ganti saja Resistor R2 dengan resistor yang anda ingin ketahui nilainya.

Berikut Kode Pada Sketch Arduino nya :


Sekian dan terimakasih
Wassalam

Read More

27 December 2017

Menampilkan Teks ke LCD 16x2 Menggunakan Arduino Uno R3

  No comments
12/27/2017

Assalamualaikum 
Tutorial Menampilkan teks ke LCD 16x2 Menggunakan arduino ini sebenarnya udah lama mau saya tulis Namun sering kali saya lupa , Di waktu senggang ini saya gak sengaja ngeliat LCD 16x2 di dekat lemari makanya jadi keingat buat nulis artikel ini, buru-buru deh saya nulis sebelum lupa lagi :D.
Pertama-tama ketahui dulu Fungsi dari setiap pin yang ada pada LCD 16x2 dengan menggunakan referensi dari gambar dibawah ini
Menampilkan Teks ke LCD 16x2 Menggunakan Arduino Uno R3
Setelah mengetahui fungsi tiap kaki/pin dari LCD 16x2 langkah selanjutnya adalah mengecek atau menguji kondisi LCD dalam keadaan masih bagus atau sudah rusak dengan cara seperti ini
  1. Hubungkan Pin 1 LCD (GND) ke GND Arduino
  2. Hubungkan Pin 2 LCD (VCC) ke pin 5v Arduino
  3. Hubungkan Pin 3 LCD (VEE) ke Pin GND Arduino
  4. Hubungkan Pin 15 LCD (LED+) ke Pin 5v Arduino
  5. Hubungkan Pin 16 LCD (LED-) ke Pin GND Arduino
Jika anda menggunakan Breadboard maka bisa mengikuti wiring seperti yang ada pada gambar dibawah ini.
Menampilkan Teks ke LCD 16x2 Menggunakan Arduino Uno R3
Wiring Test LCD 16x2
LCD  dalam keadaan masih bagus seharusnya Lampu Backlight LCD menyala dan pada layar LCD akan muncul baris kotak-kotak berwarna hitam. 

Selanjutnya setelah mengetahui Kondisi LCD, maka kita akan menampilkan Teks atau tulisan dari Arduino ke LCD 16x2, oleh karena itu kita perlu merubah susunan kabel sebelumnya menjadi seperti ini
  1. LCD PIN 1 (GND) KE GROUND 
  2. LCD PIN 2 (VCC) KE VCC (5V)
  3. LCD PIN 3 (VEE) KE PIN 3 POTENSIOMETER (10K)
  4. LCD PIN 4 (RS) KE PIN DIGITAL 2 ARDUINO
  5. LCD PIN 5 (R/W) KE GROUND
  6. LCD PIN 6 (EN) KE PIN DIGITAL 3 ARDUINO
  7. LCD PIN 11 KE PIN DIGITAL 4 ARDUINO
  8. LCD PIN 12 KE PIN DIGITAL 5 ARDUINO
  9. LCD PIN 13 KE PIN DIGITAL 6 ARDUINO
  10. LCD PIN 14 KE PIN DIGITAL 7 ARDUINO
  11. LCD PIN 15 (LED +) KE VCC (5V)
  12. LCD PIN 16 (LED -) KE GROUND
Berikut tampilanya jika menggunakan breadboard
Menampilkan Teks ke LCD 16x2 Menggunakan Arduino Uno R3
Setelah Wiring atau kabel sudah terpasang dengan benar maka selanjutnya adalah mengupload program ke dalam arduinonya untuk menampilkan teks, berikut adalah contoh sederhana kode untuk menampilkan teks dari arduino ke LCD 16x2
Jika tidak ada kesalahan maka akan muncul tulisan pada layar LCD 16x2 dengan style mirip running text yaitu teks yang bergerak dari kanan ke kiri layar

Oke sekian dan terima kasih 
Wassalam


Read More

19 December 2017

Tutorial Cara Install/Pasang TWRP di Xiaomi Redmi Note 4x (100% WORK) Tested !!

  1 comment
12/19/2017

Seperti janji saya yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas bagaimana caranya menginstall/pasang TWRP Custom Recovery pada Xiaomi Redmi Note 4x. Saya sendiri sudah melakukan Install TWRP pada Redmi Note 4x milik saya walaupun sempat beberapa kali mengalami masalah namun akhirnya setelah berusaha dan banyak mencoba akhirnya saya berhasil menginstall TWRP Custom Recovery pada Xiaomi Redmi Note 4x. Caranya adalah sebagai berikut :

Persiapkan dulu bahan-bahanya

  1. Driver ADB
  2. File Lazy Flasher
  3. TWRP Installer (file recovery udah ada di dalamnya)

Penting : Untuk Install TWRP, Redmi Note 4x anda harus sudah di Unlock Bootloader (UBL), jika belum silahkan baca tutorial sebelumnya tentang "Cara Unlock Bootloader Xiaomi Redmi Note 4x"
Langkah-langkah Install TWRP di Xiaomi Redmi Note 4x :

  1. Setelah ketiga bahan di atas udah di download, maka langkah selanjutnya menginstall Driver ADB, namun jika anda sudah pernah menginstall driver ADB maka langkah ini bisa di lewat saja
  2. File lazy.zip di copy lalu di masukan ke memory internal Xiaomi anda,
  3. Extract file TWRP Installer yang masih dalam bentuk ZIP, lalu masuk ke dalam folder hasil Extract tadi
  4. Matikan Xiaomi Redmi Note 4x anda, setelah dipastikan mati barulah tekan tombol Power dan tombol Volume Down (-) secara bersamaan, tahan sampai muncul gambar kelinci yang artinya anda sudah berada di dalam mode fastboot, barulah lepaskan kedua tombol tersebut
  5. Hubungkan Xiaomi Redmi Note 4x anda ke Komputer yang tadi sudah di install driver menggunkaan kabel USB
  6. di dalam Folder TWRP Installer yg di Extract tadi, Klik 2 x file Install TWRP.bat maka akan tampil command prompt (CMD)
  7. Selanjutnya Cukup ikuti saja instruksi yang ada pada tampilan Command prompt tersebut sampai selesai
    Klik sembarang tombol Maka Note 4x akan Reboot
  8. Jika sudah selesai maka otomatis Xiaomi Redmi Note 4 x anda akan melakukan Reboot atau restart dan masuk ke TWRP Recovery
  9. Didalam TWRP pilih menu install lalu arahkan ke file lazy.zip yang tadi anda sudah copy ke memory internal Xiaomi Redmi note 4x
  10. setelah terpilih, geser atau swipe ke kanan pada kotak yang di sediakan untuk memulai proses install, dan setelah selesai install klik tombol reboot
  11. Selesai.

Untuk membuktikan bahwa TWRP Recovery sudah terinstall secara permanen di Xiaomi Redmi Note 4x anda, coba matikan Xiaomi anda lalu masuk ke TWRP dengan cara Tekan dan tahan tombol Power dan Juga tombol Volume Up (+) Secara bersamaan sampai masuk ke TWRP Recovey.

Oke Sekian dulu Tutorial Install TWRP pada Xiaomi Redmi Note 4x kali ini, pada artikel selanjutnya akan saya bahas bagaimana caranya melakukan root atau mendapatkan akses root di xiaomi redmi note 4x

Sekian dan Terima kasih

Wassalam

Read More